04 April 2006

've moved...

Assalamualaikum...

Mohon maaf, udah beberapa bulan ini tidak ada posting lagi disini karena saya udah membuat blog saya yang baru, yang insya Allah akan permanent (insya Allah...), yaitu: DISINI. Semoga teman - teman tidak kecewa...

Wassalam...
idie

04 February 2006

Data Mining

Data mining...

Terdiri dari 2 kata: data, merupakan bentuk plural dari kata datum. Sebelum di interpretasikan data belum bisa memberikan arti apapun. Bagaiman supaya bisa memberikan arti berupa informasi yang berguna maka data tersebut perlu diinterpretasi oleh mereka yang bisa menginterpretasinya sehingga bisa memberikan sesuatu pengetahuan yang berguna. Karena itu informasi yang bisa dihasilkan dari data tersebut sangat relatih tergantung dari siapa dan bagaimana menginterpretasikannya. Oleh karena itu data bisa berarti sesuatu tapi juga bisa tidak berarti apa - apa.

Sedangkan kata mining: dalam bahasa indonesia berarti menambang, yaitu mencari sesuatu dari sekumpulan yang tidak berharga untuk menemukan sesuatu yang berharga.

Sehingga secara harafiah Data Mining berarti mencari atau mengekstrak informasi dari sekumpulan data (yang sanagt besar) untuk menemukan pengetahuan yang berguna (Yang pada akhirnya akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari sebuah proses).

Tapi Prof. Jiawei Han berargumen bahwa seharusnya istilah tersebut disebut Knowledge Mining. Hal ini merujuk pada istilah gold mining. Bukankah istilah tersebut lebih dipilih dibanding stone mining atau rock mining? Padahal dalam Gold Mining yang ingin dicaari adalah Gold-nya, sedangkan pada Data Mining bukankah yang ingin dicari adalah Knowledge-nya? Nah, Data Mining itu kira - kira seperti itu.

Data mining ini merupakan sebuah bidang ilmu generik, artinya data mining bukan merupakan sebuah disiplin ilmu yang berkembang karena mempunyai "akar" ilmu yang yang jelas tetapi karena berkembangya berbagai disiplin ilmu yang lain. Misalnya RDBMS, algoritma genetik, statistika, machine learning, DSS,dll. Sama seperti ketika kita berbicara Interoperability.

22 January 2006

Mop

Di Papua, kalau cerita humor disebut mop.
Biar ga terlalu serius, tulisan kali ini hanya sebuah humor: "folk joke".

Ketika ada seorang pasien yang mengalami kanker otak maka dokter memutuskan bahwa pasien tersebut harus segera diganti otaknya. Maka perburuanpun segera dimulai. Beberapa saat lamanya, akhirnya ditemukanlah 2 buah otak manusia yang siap dicangkokan pada pasien tersebut. Lalu dokter itu bertanya kepada pasien tersebut,:

Dokter :" Ditangan saya nih ada dua buah otak yang dapat digunakan untuk mengganti otak anda. Silahkan anda memilih sendiri mana yang anda sukai karena harga kedua otak tersebut berbeda.".
Pasien :" Memangnya kedua otak tersebut, kepunyaan siapa aja, dok". Tanya si pasien.
Dokter :" Yang ditangan kanan saya dulunya adalah seorang arsitek dan disebelah tangan kiri saya dulunya adalah seorang mantan anggota dewan".
Pasien :" Harganya berapa, dok?".
Dokter :" Kalau otaknya mantan anggota dewan harganya 100 juta, kalau yang mantan arsitek cuman 10 juta".
Pasien :" Loh, kok mahal yang anggota dewan, dok, arsitek kan lebih pandai".
Dokter :" Iya, otaknya arsitek kan sering dipakai jadi udah rusak sedangkan otaknya anggota dewan kan jarang dipakai, jadi masih mulus gitu deh...".
Pasien :"!@@##$#!@$?@#$?".

Tidak ada maksud apapun dalam tulisan ini. It is only a joke....

21 January 2006

Relativitas...

Sebelum Tuan Eisntein mengumumkan Teori Relativitasnya, sebuah teori yang menempatkan dan menggambarkan begitu tingginya kecerdasan seorang manusia, Beliau mengumumkan 3 postulat-nya (Semacam prateori yang musti disepakati (baca:dipahami!!!) dulu sebelum teori itu di publikasikan, :


1. Energi tak dapat diciptakan atau dimusnahkan, cuman bisa beralih bentuk..
2. Massa tidak dipengaruhi oleh grafitasi...
3. Lupa...,:), maklum, waktu sma, pelajaran fisika sering bolos..,:D.

Dari teori itu, salah satu implisitnya begini: Kalau ada sebuah massa katakanlah seorang manusia, ditempatkan dalam sebuah pesat ultrasonic yang dapat terbang melebihi atau paling ga sama dengan kecepatan cahaya, maka massa itu sebenarnya ga ada. Artinya ketika itu terjadi, sebenarnya manusia itu ga ada....,!#@^$@!$#^@!#???
(Bayangkan kalo anda menonton film di bioskop, sebenarnya aktor dan aktris-nya kan ga ada. Hanya cahaya yang dipancarkan pada slide sehingga membuat mereka seakan-akan ada, bukan?



Kenapa pada awal paragraf saya bilang sebuah teori relativitas adalah sebuah teori yang menempatkan kecerdasan manusia begitu tinggi sebab samapai saat ini belum ada sebuah transportasi pun yang dapat terbang lebih cepat atau sama dengan kecepatan cahaya. Teori itu diterima kebenaranya tapi belum dapat dibuktikan. Renungkan sendiri ya...:).

Nah, kalo ada diantara kita yang pernah membaca tulisan Sdr. Harun Yahya yang menjelaskan tentang kehidupan manusia dalam perspektif yang berbeda (dunia hanya panggung sandiwara dan manusia hanya semacam aktor/aktris) sajamaka kita akan bisa merenungkan banyak hal...

Tapi perlu diingat, ketika kita merenungkan alam ruh, pastikan anda menggunakan perspektif ruh juga dan bukan fisik (seperti yang digambarkan dalam sinetron - sinetron indonesia yang cenderung semakin membodohi masyarakat) . Waullahhualam...

Pornoaksi dan pornografi

Seomua orang boleh punya pendapatkan kan?

Sebenarnya tulisan ini untuk menenggapi ramainya RUU Pornogradi dan Pornoaksi yang lagi dibahas di DPR. Dan tulisan ini sebetulnya bukan opini, tapi hanya merupakan "review" fakta - fakta yang kita lupakan...

Di Indonesia, kalupun ada diantara masyarakat yang tidak beragama (aliran kepercayaan) toh apa yang mereka yakini dan hayati juga adalah kebaikan semata, di dunia dan akhirat.

Bangsa ini, Indonesia, sebagian besar masyaraktnya adalah masyarakat yang beragama, maksudnya setiap orang bebas menganut agama yang diyakininya.

Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan, kerukunan, teposeliro (apalah namanya,:),dll. Bahwa setiap orang perlu menghargai "privacy" orang lain dengan tidak melakukan,memperlihatkan, memamerkan, hal - hal yang besifat "private" ke orang lain.

Bahwa ketika pekerja seni mengatakan: memperlihatkan/ memamerkan bagian tubuh merupakan bagian dari mengekspresikan diri, tentu perlu batasan untuk itu karena tentu tidak semua orang "sreg" dengan tindakan - tindakan tersebut.

Bayangkan ketika tiba - tida didepan anda yang sedang berjakan di tempat umum, ada seorang laki - laki dan perempuan tanpa menggunakan busana. kecuali anda juga adalah seorang yang "uncivilized" pula maka anda akan menganggap bahwa :"Oh, its ok. It doesn't distrub me. I know its an art".

Atau misalnya ada seorang anak ABG yang baru bangun tidur atau pulang sekolah kemudian menyalakan televisi dan televisi tersebut menyiarkan tubuh yang "naked", apakah ABG tersebut akan dengan segara menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang bersifat seni?

Tentu, jastifikasi dari para perkerja seni tentang karya seni mereka perlu memahami juga bahwa jika hasil karya yang memperlihatkan/memamerkan sesuatu yang "privacy" dan "private" ada tempatnya dan batasanya. Hanya orang seni yang akan menganggap itu seni dan tidak semua orang memiliki jiwa seni.

Kontemplasi_1

Sebetulnya, blog ini akan menampung berbagai pemikiran tentang "interest field" yang akhir - akhir menjadi ketertarikanku, Data mining.

Tapi entah gimana, masalah - masalah lain lebih menarik perhatianku untuk ditulis...

Banyak hal yang selama ini menggangu perhatianku seperti:
kenapa Allah SWT dahulu memerintahkan shalat 50 waktu, pada kejadian Isra wal mi'raj, padahal Allah sangat mengetahui kesanggupan ciptaan-Nya...Ga bisa dibayangkan, ya Allah, 5 waktu aja banyak yang bolos, termasuk aku, apalagi 50 waktu..., mungkinkah kita pernah masuk surga? ataukah jika saat itu Baginda Rasul, Nabi Besar Muhammad SAW "menyanggupinya", maka aturan - aturan Allah (Al-Quran dan Sunah Nabi) tidak akan sama seperti sekarang? Waullahualam...)

Feminisme vs Maskulinisme

...ga tau istilah itu pernah ada (baca:maskulinisme) atau ga...,:)

Apa iya...?,Yang membuat wanita lemah karena mereka sendiri,:
Yang memandang bahwa mereka hanya boleh mengerjakan sesuatu yang lemah lembut...
Yang memposisikan diri mereka sebagai makluk yang perlu diperhatikan...
...
...

Bahwa kalau mereka juga memilih lebih baik memberitahukan mereka sesuatu yang indah namun bohong belaka daripada mengatakan yang jujur tapi menyakitkan, paradoks kah?

Time might off...?

...Ketika waktu tak lagi bisa dihargai...
...Karena waktu kita telah habis maka...

Saya kok kurang stuju dengan pernyataan diatas, yang sering terdengar atau tertulis dimana-mana.

Ketika waktu itu sendiri yang tak bisa berhenti barang sejenakpun atau dapat memahami ketika masalah yang ada tak dapat lagi dipecahkan. Kalaupun akhirnya dapat dipecahkan, toh waktu tetap telah bergerak maju, lagi - lagi masalahnya adalah waktu...sebab sebenarnya masalah tersebut toh akhirnya dapat juga terpecahkan, :)